Wednesday September 8th 2010

Film Obama Anak Menteng Mulai diputar

Sebuah film baru berjudul Little Obama (Obama Anak mentang), mencatat waktu Presiden Barack Obama tinggal di Indonesia sebagai anak-anak, telah dibuka di Jakarta. Sutradara film mengatakan menunjukkan Barack Obama masih muda menjadi pemimpin dia hari ini.

Pada utama dari film Kecil Obama di Jakarta, anak dari sekolah dihadiri Presiden Obama ketika ia tinggal di Indonesia sebagai seorang anak, bernyanyi dan menari. Diundang tamu juga memiliki foto-foto mereka diambil dengan mirip presiden dewasa.

Tetapi acara utama adalah pemutaran film tentang pelajaran yang Barry Obama muda, karena ia kemudian dikenal, belajar sementara tinggal di Jakarta pada awal tahun 1970. Dari ayah tiri Barry muda Indonesia yang belajar untuk melawan ketika ia harus. Dari ibunya ia belajar untuk mengampuni. Dalam film itu ada aksi dan sentuhan romantis.
Sutradara film itu, Damien Dematra, mengatakan Little Obama berdasarkan peristiwa aktual tetapi juga merupakan film dengan pesan. “Pentingnya perbedaan, pluralisme. Bahwa Boleh saja berbeda, Anda tahu. Ketika kita berbeda itu tidak berarti kita harus berjuang dan nomor dua tidak menggunakan kekerasan, kekerasan yang tidak hanya akan memecahkan masalah,” katanya.

Bagian dari Obama Barry muda itu dimainkan oleh 12 tahun Amerika Faruq Ali Hasan, yang tidak pernah bertindak dalam film sebelumnya. Seperti Presiden Obama, dia adalah anak dari pasangan ras campuran dan pindah dari Amerika Serikat untuk Indonesia sebagai balita.

“Aku merasa sangat beruntung karena film pertama aku bermain, aku bisa memainkan seseorang yang saya benar-benar seorang penggemar dan orang nomor satu di dunia sekarang, orang paling kuat di dunia sekarang,” kata Ali.

Daftar tamu untuk premier termasuk banyak pendukung Presiden Obama, termasuk analis politik Wimar Witoelar. Ia berharap film ini akan memperkuat hubungan budaya antara Amerika Serikat dan Indonesia. “Katakanlah itu ditunjukkan di Amerika bahwa Obama di Indonesia, bahwa Indonesia adalah negara yang diterima untuk tinggal,” kata Witoelar, “untuk Indonesia itu menunjukkan bahwa presiden Amerika adalah salah satu dari kita, sehingga merupakan film yang sangat berguna.”

Film ini, bagaimanapun, tidak menyajikan beberapa kekhawatiran. Sebelum rilis, adegan yang menunjukkan Barry Obama masih muda, yang adalah seorang Kristen, berdoa seperti seorang Muslim dijatuhkan karena produsen dianggap terlalu politik.

Leave a Reply